Bijak Bermedia Sosial dalam Menyikapi Berita Hoax

Saat sinar bulan menyinari halaman malam ini, tiba-tiba saya teringat akan masa kecil dulu, dimana belum ada Handphone (HP) saya harus ke wartel hanya untuk menelepon Ibu yang ada di jakarta. Jangankan HP, Televisi pun baru beberapa orang saja yang punya di kampung saya saat itu. Saat saya masih suka bermain jamuran, saya tidak ada bayangan sama sekali kalau HP akan sangat di idolakan dimasa yang akan datang

Beberapa hari yang lalu masyarakat Indonesia sempat gempar dengan diblokirnya beberapa Medsos (Media Sosial) oleh Pemerintah. Adalah Facebook (FB), Instagram (IG), bahkan WhatsApp (WA). Diblokirnya beberapa medsos ini bukan tanpa alasan, akan tetapi pemerintah memberikan peringatan dengan maraknya kasus Hoax yang terjadi pada tahun 2019 ini. Dan pada akhirnya puncak pemblokiran terjadi pada tanggal 22 Mei kemarin dengan lumpuhnya 3 medsos yang menjadi unggulan hampir semua masyarakat Indonesia.

Sebenarnya jika dipikir secara logika memang ada benarnya apa yang dilakukan oleh pemerintah, dengan beberapa kasus yang terjadi akhir-akhir ini mungkin pemerintah sudah memikirkan secara matang apa yang dilakukannya dan mempunyai alasan yang sangat kuat sehingga harus memblokir beberapa jejaring sosial tersebut.

Jujur saja saya sangat mendukung, akan tetapi sayapun juga merasakan imbasnya dengan tidak lancarnya beberapa pekerjaan yang saya kerjakan. Saya yakin ada banyak sekali orang diluar sana yang sempat merasa kenapa harus sampai sejauh itu? Awalnya pun saya juga berpikir demikian, tetapi jika dipikir dengan kepala dingin, pemerintah sudah melakukan hal yang benar.

bijak bermedia sosial

Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial

Dalam era Digital sekarang ini, saya sangat yakin hampir semua lapisan Masayarakat Indonesia sudah sangat mengenal apa itu FB, WA, dan IG. Bahkan ada banyak sekali penggunanya menggunkannya untuk mencari pemasukan tambahan dengan bejualan online. Ini adalah salah satu penggunaan yang baik dan bermanfaat, Namun yang saya sayangkan adalah beberapa diantaranya belum bisa menggunakannya untuk hal yang baik, termasuk menyaring informasi yang mereka (pengguna) dapat dari jejaring sosial tersebut, sehingga banyak sekali menimbulkan perdebatan diantara sesama warga Indonesia (hal ini diluar berita sensasi)

Beberapa minggu yang lalu saya sempat menonton acara TV bertajuk Putri Muslimah Indonesia yang ditayangkan di salah satu TV Swasta Nasional. Ada salah satu kata-kata yang saya dapat dari salah satu kontestan.

Saring sebelum Sharing


Hanya tiga kata namun memiliki arti yang sangat luas, menurut saya itu adalah kata-kata yang sangat bagus untuk dijadikan pedoman dalam era digital sekarang ini.

Namun, yah namanya manusia berakal dan berpengatahuan beberapa hari yang lalu munculah sebuah trend baru yaitu menggunakan VPN untuk mengakses jejaring sosial yang di blokir oleh Pemerintah. Apa itu VPN? Singkatnya adalah koneksi pribadi antara jaringan satu dengan lainnya melalui internet. Sebenarnya tidak ada salahnya jika anda menggunakan VPN, yang saya sayangkan adalah kabar Hoax yang muncul karena banyak orang yang menggunakan VPN. Dari mulai berkurangnya saldo di Bank, dan masih banyak lainnya.

Bukan cuma Hoax tentang VPN, ada banyak sekali Hoax yang beredar di Masyarakat akhir-akhir ini. Yang paling sering saya jumpai adalah mengenai aplikasi WA yang jadi berbayar, dan messenger yang katanya kelebihan beban. Jujur jika saya menjadi penerima pesan tersebut saya tidak akan menyebarkannya. Kenapa? Sudah jelas karena saya tidak tahu apakah ini berita benar atau salah, kalaupun ini adalah berita benar, biarkan saja pihak yang berwenang saja (Pemilik resmi media tersebut) yang menjelaskan.

Epilog
Sebenarnya saya tidak sedang menggurui karena pada dasarnya saya pun masih awam dalam topik yang sedang saya tulis ini, saya hanya ingin menyampaikan apa yang ada dipikiran saya selama beberapa hari ini.

Saya akan mengambil istilah yang ada di twitter, retweet. Sayogyanya dalam me-retweet sebuah statement atau bahkan mengeluarkan statement haruslah berdasarkan sumber yang terpercaya atau lebih tepatnya berdasarkan fakta yang ada, tidak memihak sehingga berita yang di bagikan adalah benar adanya.

Kalaupun tidak tahu apakah itu sumber terpercaya atau bukan maka gunakanlah prinsip seperti saya yaitu Diam, seperti kata peribahasa Diam adalah Emas.




Buka Komentar

Belum ada Komentar untuk "Bijak Bermedia Sosial dalam Menyikapi Berita Hoax"

Posting Komentar

- Semua komentar akan dimoderasi, jadi tidak semua dipublikasikan
- Komentar menggunakan link aktif tidak akan di Moderasi
- Untuk mendapatkan pemberitahuan balasan dari Admin, silahkan centang Notife Me (Beri tahu saya)